Welcome To Blog DEWI APRILIYANTI Kala Senja Mengukir Kata Penuh Makna. : Maret 2017

Minggu, 26 Maret 2017

PERTEMUAN ITU



Ketika malam sunyi menemaniku
Tergambar pada ribuan bintang yang tengah menatapku
beradu pada sosok rupawan yang tersembunyi dibalik rembulan


Begitulah khayalku
yang mengukir indah namamu dengan alunan tasbih
Berharap kau Letakkan untukku
Hati yang selalu setia dijalanNYA


Jadikan aku temanmu
Begitulah naluriku meminta
Ketika pertemuanku denganmu
Menjadi sesuatu yang begitu berarti


Mengapa... ?
Dikala aku memutuskan untuk sendiri
Seperti pandai aku melihat tatapan matamu yang menenangkan
Untaian senyum dibibirmu yang begitu mendamaikan



Aku tak bisa menatapmu seperti ini
Namun hatiku yang seakan menyentuhmu
Aku tak bisa medekatmu
Namun rindu ini yang berusaha menjangkaumu


Ku biarkan waktu berlalu
Seiring detikan aku meyakinkan diri
Bahwa pertemuanku denganmu bukanlah sebuah kebetulan
Melainkan itulah jalanku yang belum sempurna
Apa aku begitu percaya diri....?
Apa karna  Ruang cintaku yang seakan terbuka..?
Seperti sudah layak aku meletakkan warna warni cinta
Sebagai penghias relung hatiku


Wahai malaikat cinta
Terbanglah dan sampaikan pada dia yang indah itu
Bersama dengan hembusan angin asmaraku
Dengan Syair cintaku yang memekat


Wahai Allah yang mencintaiku dengan Dahsyat
Satukan cintaku dengan bingkai restuMU


Kamis, 23 Maret 2017

MUTIARA HATIKU

Saat qalbu terasa sendu
Saat dimana lagu seperti tak terdengar merdu
Ketika menyaksikanmu dalam kesedihan yang begitu menggebu
Langkahku begitu kaku
Dadaku terasa begitu sayu
Melihatmu menahan kilauan air matamu
Yang hampir terbuang didepanku


Untukmu wahai bunga yang tak pernah layu
Ku rindu pangkuanmu
Aku rindu kecupanmu
Bahkan rindu ketenangan ketika aku dalam haribaanmu


Untukmu wahai Wanita dengan Syurga indah Bersamamu
Curahkanlah kesejahteraan yang selalu engkau pertahankan
Jangan lagi mencoba menyenangkan aku
Dengan senyum tipuan yang seolah menunjukkan bahwa kau itu kuat...!!!
Jangan lagi mencoba menenangkan aku dengan paras meyakinkan yang kau buat...!!!


Ayolah Bunda...
Katakan Semuanya
Utarakan seluruh keluh kesah yang membebanimu,
Aku inginkan engkau berbagi sedikit kesedihan yang menimpamu bu
Aku hanya ingin menjadi sandaran
Ketika engkau tak kuat lagi menahan bebanmu


Bu...
Lelapmu yang aku takutkan
Dengan mata keriput yang engkau pejamkan
Langkahmu yang aku hiraukan
Yang sudah tak mampu berdiri tegar melawan cobaan
 
 
Aku ingin Ikut bergalut dalam lelahmu bu
Merasakan betapa beratnya beban yang kau pikul seorang diri
Aku ingin menjadi yang baik bagimu
Karena Aku cinta engkau Bu.

Karya : Dewi Apriliyanti

PEMEGANG RINDUKU


Senandung alunan musik masa lalu
Seolah menceritakan kisahku terdahulu
Saat tawa, cinta, dan rinduku beradu
terurai bersama dengan debu yang tersapu


Bagiku....
Ini bukan hal indah
karena yang indah itu
Ketika engkau bisa bertemu Tuhan dalam sujudmu
Ini bukan hal istimewa
Kerena yang Istimewa itu 

Ketika engkau mampu Mengurai Senyum menawan
Membayangkan Tuhanmu mengelus lembut kepalamu


Dengan Bijak Aku menuturkan
Aku tak ada siapapun
kecuali Allah yang ada dihatiku
Yang memberi ketenangan dalam jiwaku
Menghadirkan sosok pahlawan
yang tak mampu untuk aku lupakan
Tak mampu untuk aku abaikan
Meski wajah rupawan hanya bisa tergambarkan
Meski hanya nama yang bisa terkenang
Namun.. 
Dialah pemegang rinduku
Dialah yang memenangkan hatiku
 
Karya : Dewi Apriliyanti

Kamis, 16 Maret 2017

TAUBATKU



Tatkala hati gelisah
tatkala jiwa dilanda resah
Aku butuh sesosok yang terang
Pembebas dari segala resah dan gelisah yang kurasa
Dalam malam aku termangu
terpikir dosa yang telah lalu
Perlahan,,,,,
hati ini terasa kian letih
Aku lemah dan tak berdaya ya Allah
Aku hanyalah sebutir debu dihadapaMu


Wahai dzat terkasih.....
tak ada yang mampu kulakukan lagi
Hatiku masih terkurung dalam penjara hitam yang kelam
Aku hanya menikmati hayalan dunia yang semu


Sekarang aku tersadar ya Allah
telah lamanya aku ingkar kepadaMu
tak bersyukurnya aku atas segala nikmat
yang telah engkau berikan

Dipenghujung waktuku yang kian sempit
bisakah engkau terima sujudku?
akankah engkau terima taubatku?
aku takut ya Allah
Aku bagaikan titik kecil yang tak berdaya
Aku hadapkan muka dan telapak tangan yang kotor ini
bersujud dan memohon padamu
Ampunilah Segala dosa yang telah aku lakukan
Bebaskan aku atas setiap butir kesalahanku


Sebelum jasadku kian rapuh
aku berdo’a
Ya Allah, terimalah taubatku
berikan kekuatan atas diriku dalam kesulitanku
kuatkan imanku, agar aku tak berpaling darimu

Ya Allah ya Tuhanku
sebelum waktuku terhenti nanti
cukupkanlah hari-hariku dan penuhilah hatiku dengan Cinta-MU.

Karya : Dewi Apriliyanti